Event Pariwisata

Home/Event Pariwisata

Jadwal Mekepung Tahun 2017

Jadwal mekepung tahun 2017 di Bali, ada yang tahu apa itu? Dunia sekarang sedang hangat-hangatnya menyambut dimulainya gelaran tahunan balapan bergengsi MotoGP pada roda dua dan Formula 1 pada roda 4. Kebetulan seri pertama keduanya akan digelar pada hari yang sama, hari Minggu tanggal 26 Maret mendatang. MotoGP menggelar seri pertamanya di Qatar sementara Formula 1 menggelar seri pertamanya di Australia.

Sudah mencatat jadwalnya?
Jangan lupa tambahkan jadwal “Grand Prix Bali”.

Seperti “tradisi” MotoGP dan Formula 1 yang memiliki sejumlah seri yang digelar setiap selang beberapa minggu sepanjang tahun dengan break selama beberapa bulan, Bali juga memiliki gelaran yang tidak jauh berbeda. Grand-Prix Bali ini memiliki rangkaian seri yang digelar antara bulan Juli sampai bulan November. Khusus untuk tahun 2017 ini digelar 10 seri yang akan dimulai pada hari Minggu, 16 Juli 2017 di “Sirkuit” Awen. Seri-seri berikutnya digelar kurang lebih setiap selang 2 minggu sampai seri terakhir yang dijadwalkan digelar pada hari Minggu, 19 November 2017 di Sirkuit Delodberawah.

Tradisi Mekepung di Bali

Kalau balapan MotoGP dan Formula 1 menggunakan kendaraan bermesin, tradisi mekepung di Bali ini menggunakan kerbau. Tradisi yang mengingatkan kita pada karapan sapi ini merupakan tradisi turun temurun yang menjadi simbol masyarakat agraris di Kabupaten Jembrana yang wilayahnya meliputi kawasan barat Pulau Bali. Bermula dari permainan kuat-kuatan kerbau menarik bajak yang dilakukan para petani di sela-sela aktivitas mereka mengolah sawah, lama kelamaan berkembang menjadi pacuan dan akhirnya dikelola secara lebih profesional oleh Pemerintah Daerah sehingga menjadi daya tarik wisata.

Jadwal mekepung tahun 2017 dan juga tahun-tahun lainnya diatur oleh pemerintah.

Sepintas memang “mekepung” yang artinya kurang lebih “kejar-kejaran” ini seperti karapan sapi. “Rider” berdiri di atas gerobal yang ditarik dua ekor kerbau. Menegaskan identitas tradisi Bali, pastinya kerbau memang bukan hanya ada di Bali saja, kerbau pacuan yang memang sudah di-“treatment” khusus supaya kuat dan bisa berlari cepat, didandani dengan aneka aksesoris khas Bali. Gerobaknya sendiri juga tidak dibiarkan polos begitu saja, tetapi juga diukir dan dihias sehingga nampak artistik dan meriah.

Cara bertandingnya unik. Kebanyakan balapan yang kita kenal, mengadu kecepatan sementara pemenang adalah dia yang pertama menyentuh garis finish. Dalam mekeplung, peserta dilepas beriringan dengan jarak 10 meter. Di akhir balapan, jika jarak antara dua pembalap berkurang dari 1o meter, berarti dia berhasil menyusul sehingga memperpendek jarak, maka dia dinyatakan menang. Sebaliknya, jika jarak melebar lebih dari 10 meter, yang depan yang menang.

Jadwal Mekepung Tahun 2017

Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jembrana, berikut adalah jadwal tentatif dari seri gelaran mekeplung untuk tahun 2017 ini. Jadwal ini dibuat dengan mengambil jadwal mekepung tahun 2016 lalu, dan karenanya bersifat tentatif. Ada kemungkinan meleset-meleset sedikit. Meskipun demikian tradisinya tetap-nya biasanya gelaran dilaksanakan antara Bulan Juli sampai November dan selalu dilaksanakan pada hari Minggu pagi.

  1. Minggu, 16 Juli, Awen, Lelateng
  2. Minggu, 30 Juli, Delodberawah
  3. Minggu, 13 Agustus, Kaliakah (Kejuaraan Piala Bupati)
  4. Minggu 27 Agustus, Mertasari
  5. Minggu, 10 September, Pangkung Dalem
  6. Minggu, 24 September, Delodberawah
  7. Minggu, 8 Oktober, Sanghyang Cerik
  8. Minggu, 22 Oktober, Mertasari
  9. Minggu, 5 November, Awen
  10. Minggu 19 November, Delodberawah (FINAL, Piala Jembrana)

Tertarik Untuk Menyaksikan Tradisi Mekepung di Bali?

Kalau anda tertarik untuk menyaksikan tradisi yang unik ini, pastikan rencana wisata anda di Bali sesuai dengan jadwal mekeplung tahun 2017 di atas. Karena biasanya acara dilaksanakan pagi hari, sekitar jam 7-an, sebaiknya memang malam sebelum hari-H anda menginap tidak jauh dari lokasi, karena jarak dari Kuta, Denpasar, atau pusat-pusat konsentrasi wisata Bali lain cukup jauh. Perlu sekitar 2-2,5 jam perjalanan berkendara dalam kondisi lalu lintas normal.

Di Kota Negara yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Jembrana ada beberapa hotel yang cukup nyaman dan representatif. Bisa juga memilih untuk menginap di hotel atau villa yang berada di seputaran Pantai Medewi. Jangan lupa untuk menyiapkan kamera supaya anda bisa mengabadikan even ini. Selain nyaman karena tidak terburu-buru, aman karena tidak ada resiko telat, menginap di kasawan Jembrana juga memberi kita kesempatan untuk menikmati daya tarik wisata Bali Barat lainnya. Termasuk menikmati sajian kuliner legendaris ayam betutu Gilimanuk.

Jadwal Bali Kites Festival 2016

Bali dikenal sebagai salah satu dari hanya sebagian kecil kawasan di tanah air dimana masyarakatnya masih memegang teguh tradisi budaya yang diturunkan dari para leluhurnya. Mungkin sebetulnya semua daerah di Indonesia memiliki warisan tradisi yang sama hebatnya, tapi Bali memang beda. Jika di tempat lain ritual budaya biasanya hanya dilaksanakan dalam rangka pelestarian atau hanya sekedar untuk menarik perhatian wisatawan, di Bali tradisi itu masih dijalankan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sampai saat ini. Nafas tradisi ini hidup dalam segala aspek kehidupan, termasuk aneka permainan tradisional, salah satunya adalah layang-layang.

Jika di banyak tempat lain layang-layang lebih merupakan permainan yang dilakukan oleh anak-anak, di Bali selain anak-anak layang-layang juga merupakan permainan yang dilakukan oleh kaum pria dewasa. Meskipun sama-sama diterbangkan di udara dengan bantuan angin, memang ada perbedaan antara permainan layang-layang anak-anak dan dewasa, terutama dari segi bentuk dan ukuran. Jika di banyak tempat lain layang-layang ini diadu, di Bali juga layang-layang sering diadu, tapi dengan cara yang berbeda. Bukan dengan saling menggesek benang tajam dimana yang kalah akan kehilangan layang-layangnya karena benangnya putus, tapi dalam bentuk festival dan kontes.

Setiap tahun di Bali diadakan sejumlah festival layang-layang. Secara tradisional pesertanya adalah masyarakat Bali, biasanya pesertanya adalah masing-masing banjar. Tapi sekarang di sejumlah festival layang-layang di Bali ada juga melibatkan peserta dari daerah lain bahkan dari negara lain. Layang-layang yang diterbangkan biasanya berukuran raksasa. Jika layang-layang yang biasa kita kenal memiliki rangka berupa bilah bambu seukuran lidi yang masing-masing ujungnya dihubungkan dengan benang tipis, layang-layang raksasa ini kerangkanya bisa berupa batangan-batangan bambu utuh sementara ikatannya tidak menggunakan benang tetapi tambang berukuran besar. Tentunya beratnya juga bukan hanya sekedar lumayan. Tapi sebesar apapun ukurannya, seberat apapun bobotnya, namanya layang-layang tetapi bisa terbang tinggi hanya dengan mengandalkan angin saja.

Selain ukuran, biasanya layang-layang peserta festival juga memiliki aneka warna dan bentuk. Secara tradisional memang ada bentuk khas layang-layang tradisional Bali. Tapi dalam festival layang-layang di Bali biasanya ada juga layang-layang dengan bentuk lain, bahkan ada yang memiliki bentuk tiga dimensi yang menyerupai aneka benda seperti hewan, sosok kartun, bahkan ada layang-layang yang menyerupai kereta kencana, besar, dan pastinya bisa terbang.

Tertarik menyaksikan birunya langit Bali dipenuhi layang-layang raksasa berwarna-warni? Jangan lupa catat tanggalnya kemudian segeralah rencanakan untuk berlibur di Bali pada tanggal-tanggal tersebut. Festival layang-layang terbesar di Bali bertajuk Bali Kites Festival akan dihelat pada tanggal 22-24 Juli 2016. Tinggal sebentar lagi, jadi cepetan pesen tiket dari sekarang. Tau sendiri kan kalau udah mepet tiket pesawat cenderung lebih mahal. Apalagi di Bali bulan Juli masuk dalam kategori “peak season” sehingga hotel-hotel cenderung penuh. Kalau karena alasan tertentu tidak bisa berlibur di Bali pada tanggal-tanggal tersebut, cobalah beberapa festival layang-layang lain yang juga dilaksanakan di Bali. Biasanya setiap tahun ada beberapa festival layang-layang di Bali. Untuk tahun 2016 ini berikut adalah jadwalnya:

  1. Bali Kite Festival: 22-24 Juli, Pantai Padanggalak
  2. Belega Kite Festival: 30-31 Juli, Pantai Masceti, Gianyar
  3. Pelangi Denpasar Kite Festival:  5-7 Agustus,Pantai Mertasari, Sanur
  4. Dangin Peken Dhananjaya Cup Kite Festival: 13-14 August, Pantai Mertasari, Sanur
  5. Banjar Banjaran Kite Festival: 17 Agustus, Abiansemal, Badung
  6. Tanjung Kite Festival: 19-21A gustus, Pantai Mertasari, Sanur
  7. Sanur Kite Festival (Sanur Village Festival): 26-28 Agustus, Pantai Mertasari, Sanur
  8. Pelangi Badung Kite Festival: 2-4 September, Pantai Padanggalak
  9. Ungasan Kite Festival: 10-11 September,Ungasan
  10. Pelangi Gianyar Kite Festival: 23-25 September, Pantai Padanggalak
  11. Tabanan Kite Festival: 1-2 Oktober, Pantai Padanggalak
  12. Bekul Kite Festival: 1-2 Oktober, Pantai Padanggalak
  13. Namaste Kite Festival: 8-9 Oktober, Pantai Padanggalak
  14. Biaung Kite Festival: 15-16 Oktober, Pantai Padanggalak
  15. Rockiller Kite Festival: 21-23 Oktober, Pantai Padanggalak
  16. Bali Kite Festival 2016 (penutupan musim): 29-30 Oktober, Pantai Padanggalak

Informasi Wisata indonesia

Informasi lengkap mengenai tempat-tempat wisata Indonesia termasuk keterangan, foto, dan lokasi. Anda dapat merencanakan perjalanan wisata dengan akurat berdasarkan informasi tersebut, menyesuaikan dengan selera, rute perjalanan, dan anggaran yang anda sediakan.

Ulasan Produk Pariwisata Indonesia

Selain tempat wisata, fasilitas wisata merupakan elemen yang tidak kalah penting. Hotel, restoran, sampai tempat-tempat belanja cindera mata. Kami menyediakan ulasan yang independen. Baik kami sebut baik, buruk kami sebut buruk. Dengan demikian anda bisa memilih dengan bijak.
Go to Top