Lihat Foto-Foto Lainnya
Pilih Paket Wisata

Hotel dan Akomodasi Lain yang Terdekat

Berada di kaki tebing yang hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki menuruni tangga, tidak ada hotel atau penginapan di Pantai Green Bowl. Tapi memang tidak ada menariknya juga menginap disini. Lebih baik memilih hotel di kawasan wisata terdekat seperti Jimbaran dan Nusadua. Atau yang agak jauh tapi lebih populer seperti Kuta dan Sanur juga hanya perlu sekitar satu jam perjalanan.

Hotel Bintang 4 Bali

Ocean Valley Village Villas

Mulai dari Rp. 661.157 / malam.
Hotel Bintang 5 Bali

Banyan Tree Resort

Mulai dari Rp. 6.992.700 / malam.
Hotel Bintang 5 Bali

Nusadua Retreat

Mulai dari Rp. 1.332.231 / malam.
Hotel Bintang 2 Bali

WG Hotel Ungasan

Mulai dari Rp. 206.612 / malam.
Hotel di Bali Lainnya
Meskipun populer di kalangan peselancar, anda yang tidak trampil berselancarpun akan dimanjakan oleh keindahan pantai ini. Perjalanan yang cukup menguras tenaga turun naik tangga yang curam sangat setimpal dengan keindahan pantai berpasir putih bersih yang sempurna berpadu dengan air lautnya yang berwarna kehijauan.

Namanya yang berbau barat ini memang dipopulerkan kalangan peselancar yang kebanyakan merupakan wisatawan asing. Wisatawan domestik sangat jarang yang menyinggahi pantai ini, jangankan dulu, sekarangpun masih tetap jarang. Salah satu penyebabnya sepertinya karena letaknya yang sangat terpencil. Selain itu, untuk mencapai pantai yang berada di kaki tebing ini kita harus meniti tangga yang lumayan menguras tenaga. Anak tangganya lebih dari 300 buah dan meskipun terbuat dari tembok semen, karena tidak terlalu banyak pengunjung yang melewati, tangganya sering licin terutama di musim hujan.

Dari atas tebing kita hanya bisa melihat lautan luas yang memang berwarna hijau toska di tepi dan kemudian bergradasi menjadi biru pekat di tengah laut. Pantainya yang berada di kaki tebing yang hampir vertikal tidak terlihat karena tertutup rimbunan pohon-pohon yang lebat menyelimuti tebing. Jadi satu-satunya cara untuk melihat pantainya adalah dengan turun melalu satu-satunya jalan yang tersedia, tangga.

Sebetulnya untuk menuruninya tidak terlalu berat. Hanya kadang-kadang terasa ngeri karena sangat terjal dan sama sekali tidak ada pelindung. Di satu sisi terhalang tebing, tapi sisi lainnya terbuka, sehingga kalau sampai terpeleset dan jatuh, sepertinya akan cukup fatal. Meskipun tebing karang, pepohonan lebat menyelimuti kiri-kanan tangga. Sesekali mungkin kita dikagetkan kera yang meloncat dari satu pohon ke pohon lain. Tangga ini berakhir di tepi pantai berpasir putih dengan butiran yang sangat halus. Warna pasirnya sangat kontras dengan warna air laut yang kehijauan.

Bagi para peselancar, pemandangan indah ini hanya bonus, karena yang mereka cari di pantai ini adalah gulungan ombak yang konon merupakan salah satu yang paling menantang untuk ditaklukkan. Jadi jangan heran kalau kebanyakan pengunjung pantai ini adalah wisatawan asing yang menenteng papan selancar. Tapi meskipun terkenal di kalangan peselancar, tidak ada tempat penyewaan papan selancar disini. Semua yang datang untuk berselancar harus membawa papan selancar sendiri. Kebanyakan peselancar datang dengan sepeda motor yang dilengkapi tempat untuk membawa papan selancar di sampingnya.

Tapi untuk mereka yang bukan peselancarpun sebetulnya Pantai Green Bowl ini sangat sayang untuk dilewatkan. Kecantikan perpaduan warna laut kehijauan dengan pantainya yang berpasir putih dan sangat bersih ini benar-benar mempesona. Pantai Green Bowl memang sangat bersih, tidak ada secuilpun sampah yang tersapu arus ke tepi seperti di pantai-pantai lainnya. Ini karena pada saat pasang naik, seluruh pasir pantai sampai ke kaki tebing tertutup air, sehingga tidak ada tempat dimana sampah yang tersapu air bisa tertinggal. Di kaki tebing terdapat dua ceruk besar seperti goa. Kalau matahari mulai terik, kita bisa berteduh di dalam ceruk itu.

Karena masalah pasang inilah kita harus tahu kapan waktu berkunjung yang tepat. Jika kita datang pada saat air pasang, sampai di ujung bawah tangga kita akan langsung disambut hempasan air laut yang ombaknya lumayan besar. Bentangan pasir Pantai Green Bowl hanya dapat dinikmati pada saat air surut saja. Sayangnya saatnya surut ini juga tidak bisa dipantau dari atas tebing karena terhalang rimbunnya pepohonan. Meskipun waktu pasang surut air laut bervariasi, sebagai patokan biasanya air laut di Pantai Green Bowl surut di pagi hari samapai sekitar jam 10 atau 11 pagi, pasang di siang hari, kemudian surut lagi di sore hari sekitar jam 4 atau jam 5.

Cara sederhana untuk memastikannya adalah dengan melihat parkiran. Jika ada beberapa motor terparkir sementara pemiliknya tidak nampak, biasanya air sedang surut, mereka sedang menikmati pantai di kaki tebing. Tetapi kalau tidak ada motor terparkir atau banyak pengunjung duduk-duduk di depan warung, biasanya air sedang pasang. Mereka duduk-duduk menunggu air surut. Bisa juga ditanyakan pada pejaga pintu parkir, tukang warung atau pedagang asongan yang ada di seputaran lapangan parkir. Sayang kalau kita berlelah-lelah naik turun tangga tapi pantainya tidak bisa kita nikmati.

Jika anda tidak membawa bekal minuman, belilah di warung yang ada di salah satu sisi lapangan parkir, karena di pantai yang berada di kaki tebing tidak ada pedagang. Kalaupun anda tidak memerlukannya pada saat berada di pantai, anda pasti akan membutuhkannya pada saat mendaki naik dalam perjalanan kembali ke tempat parkir.

Menuju Pantai Green Bowl

Kecuali kita menginap atau memulai perjalanan dari seputaran Nusadua, rute terdekat menuju Pantai Green Bowl adalah melalui Jalan Raya Uluwatu. Dari seputaran Kuta, melajulah ke arah Nusadua. Di lampu merah Jimbaran (ada Mc. Donalds dan KFC di persimpangan) belok kanan menuju Kampus Universitas Udayana. Bertemu pertigaan (ada SPBU Pertamina di kanan) belok kiri menuju Uluwatu.

Di perempatan Balangan (ada Supermarket Nirmala di kanan) belok kiri masuk ke Jalan Pura Batu Pageh. Jalannya berkelok-kelok dan banyak persimpangan, termasuk persimpangan besar menuju Pantai Pandawa, lurus terus ikuti Jalan Pura Batu Pageh sampai mencapai halaman parkir pura. Tinggal parkir saja disitu. Tangga turun menuju pantai ada di bagian belakang pura, di luar pagar pura.

Tinggal ikuti saja tangga turun itu. Kalau laut sedang surut, kita akan menemukan Pantai Green Bowl. Sebaliknya, kalau sedang pasang ya terpaksa balik badan.

Catatan

  • Pantai hanya ada pada saat air laut surut, jadi datang ke Pantai Green Bowl harus pada saat laut surut.
  • Biasanya air laut surut pada pagi dan sore hari. Tapi memang dari bulan ke bulan tidak sama persis.
  • Pakai aplikasi surfer di smartphone untuk mengetahui kapan laut surut, atau tanya tukang warung di parkiran sebelum turun, supaya tidak sia-sia membuang tenaga menuruni tangga.
  • Biasanya kalau sekedar minuman atau kelapa mudah ada pedagang di pantai, tapi harganya lain. Sebaiknya membawa bekal secukupnya sebelum turun.

Tempat Wisata Lain yang Berdekatan

Seputaran kawasan Bukit Jimbaran dimana Bali Honeymoon Beach ini berada memang banyak memiliki pantai-pantai indah yang tersembunyi di bawah kaki tebing. Yang terdekat diantaranya Pantai Tegal Wangi yang terkenal sebagai tempat foto wedding dan pre-wedding dan Pantai Kubu di kawasan Ayana Resort.

Pantai Mengiat

Puja Mandala

Paragliding di Bukit Timbis

Pantai Nusadua

Waterblow Nusadua

Watersport di Tanjung Benoa

Naik Unta di Nusadua

Pantai Green Bowl

Pantai Tanjung Benoa

Tempat Wisata di Bali Lainnya

Restoran dan Fasilitas Wisata Lain yang Terdekat

Tidak ada restoran di Pantai Green Bowl kalaupun ada pedagang hanya menjual minuman, itupun pilihannya terbatas. Di tempat parkir di puncak tebing ada beberapa warung dengan pilihan sedikit lebih variatif. Restoran terdekat letaknya agak jauh, paling dekat di seputaran Jalan Raya Uluwatu. Pilihan lebih banyak ada di Jimbaran dan Nusadua, sekitar 20 menit berkendara.

Review Rumah Makan Warung Pak Bos Bali

Warung Pak Bos

Review Restoran Mr. Po Chi Bali
Mr. Po Chi
Review Restoran Medo Grill Bali
Medo Grill
Review Restoran Baan Ying Bali
Baan Ying
Restoran di Bali Lainnya