Lihat Foto-Foto Lainnya
Pilih Paket Wisata

Hotel dan Akomodasi Lain yang Terdekat

Desa Pinggan merupakan desa kecil di lereng gunung. Hotel 100% tidak ada. Yang ada hanya rumah penduduk dan Camping Ground Desa Pinggan yang populer di kalangan pecinta alam karena keindahan panoramanya. Itupun camping ground “murni” tanpa embel-embel fasilitas macam-macam. Dari makanan dan alat masak sampai tenda dan lampu penerangan harus bawa sendiri.

Hotel Bintang 1 Bali

Madu Sari Hotel & Resto

Mulai dari Rp. 440.909 / malam.
Hotel Bintang 3 Bali

Lakeview Eco Lodge

Mulai dari Rp. 165.289 / malam.
Hotel Bintang 3 Bali

Batur Lakeside Huts

Mulai dari Rp. 537.190 / malam.
Hotel Bintang 4 Bali

The Ayu Villa

Mulai dari Rp. 2.004.113 / malam.
Hotel di Bali Lainnya
Kawasan wisata pegunungan Kintamani merupakan kaldera purba. Danau Batur dan Gunung Batur sejatinya berada di dalam kaldera raksasa itu. Kawasan Penelokan dimana wisatawan biasanya berhenti untuk menikmati keindahan panorama Danau dan Gunung Batur dari kejauhan itu berada di bibir kaldera. Jalan dengan jejeran restoran dimana wisatawan biasa bersantai memanjakan mata sekaligus perut melintas di bibir kaldera tersebut.

Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Kintamani biasanya terhenti sampai ke Penelokan atau salah satu restoan di sekitar itu. Wisatawan yang bergerak lebih jauh kebanyakan memilih turun ke tepi danau. Ada beberapa daya tarik wisata di bibir Danau Batur, diantaranya pemandian air panas Toya Devasya dan dermaga Desa Kedisan dari mana kita bisa menumpang perahu menuju Desa Trunyan. Ada juga beberapa hotel dan restoran.

Kalau anda memiliki jiwa petualang yang lebih dari sekedar berwisata mencari tempat yang nyaman untuk bersantai, tidak ada salahnya menjelajah lebih jauh.

Berkendara beberapa kilometer ke arah utara dari Penelokan anda akan bertemu dengan Ibu Kota Kecamatan Kintamani dimana terdapat pura yang cukup besar, Pura Ulun Danu Batur, lengkap dengan sejumlah pura pendampingnya. Lebih ke utara lagi ada Pura Penulisan yang berada di kawasan hutan yang sejuk dan hijau. Lebih jauh lagi, ada Desa Sukawana yang merupakan “rumah” anjing Kintamani. Anjing ras asli Bali yang cukup terkenal di kalangan pecinta anjing.

Mereka yang memiliki adrenalin petualangan lebih banyak lagi, tidak berhenti sampai disitu, tapi lanjut berkendara melintasi hutan melalui jalan berkelok dan menurun terjal ke Desa Pinggan. Desa kecil yang asri ini dihuni para petani yang memanfaatkan udara sejuk untuk menanam aneka sayuran.

Yang menarik dari Desa Pinggan ini selain udara yang sejuk dan suasana pedesaan tradisional yang masih sangat kental adalah panoramanya yang indah. Di desa in juga terdapat Camping Ground Desa Pinggan yang berada persis di bibir tebing yang menghadap ke arah Gunung Batur. Bayangkan terbangun di pagi hari, keluar dari tenda, memandang cahaya matahari pagi terpantul dari permukaan danau yang berada di balik gunung, pasti luar biasa banget!

Posisi Camping Ground Desa Pinggan ini memang persis dengan kawasan Penelokan yang ramai wisatawan, di bibir kaldera menghadap Danau dan Gunung Batur. Lalu apa yang didapat dengan jauh-jauh beranjak dari Penelokan menuju Desa Pinggan kalau posisinya sama, panoramanya juga mirip? Desa Pinggan menawarkan suasana yang sangat berbeda. Kalau Penelokan ramai disesaki wisatawan, Desa Pinggan sangat sepi. Menikmati panorama indah Gunung dan Danau Batur dalam suasana yang tenang dan damai terasa sangat berbeda.

Selain itu karena posisinya beda, “angle” pemandangan ke arah Danau dan Gunung Batur juga berbeda. Dari Desa Pinggan, seputaran lereng Gunung Batur hijau dengan hutan dan lahan pertanian penduduk. Kawasan yang “gosong” karena lelehan lahar saat Gunung Batur meletus tidak terlihat dari sisi ini. Sementara di belakang Gunung Batur nampak berdiri dangan gagah bayangan Gunung Agung, gunung paling tinggi dan paling sakral di Bali.

Panorama 3 Gunung

Dari bibir tebing di Camping Ground Desa Pinggan ini kita bisa melihat jejeran 3 gunung yang cukup tinggi, bukan hanya Gunung Batur saja. Posisinya tidak berjejer berdampingan tapi seperti menumpuk. Paling depan adalah Gunung Batur yang dari sisi ketinggian adalah yang paling rendah di antara ketiganya, 1.717 meter. Di belakangnya ada Gunung Abang yang lebih tinggi. Gunung Abang merupakan bagian dari Gunung Batur yang asli, sebelum letusan yang menghasilkan kaldera raksasa dengan “anak” Gunung Batur yang kita kenal sekarang. Ketinggian Gunung Abang ini mencapai 2.152 meter. Paling belakang, jaraknya paling jauh, adalah gunung tertinggi di Bali, Gunung Agung, yang memiliki ketinggian 3.142 meter.

Sunrise Desa Pinggan

Salah satu daya tarik utama Desa Pinggan adalah panorama sunrise-nya. Kalau panoramanya pada siang hari saja sangat memukau, di pagi hari lebih spektakuler lagi. Sebetulnya inilah alasan mengapa banyak orang memilih untuk camping di tempat ini, menunggu sunrise. Selain mereka yang memilih menginap, banyak juga yang sengaja datang sebelum fajar menyingsing. Jarak yang lumayan jauh (sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar atau pusat-pusat konsentrasi pariwisata seperti Kuta) terbayar dengan panorama menakjubkan saat sang surya perlahan naik dari balik Gunung Agung.

Bukan hanya semburat warna warni sinar matahari terbias di langit, danau dan dataran di kaki Gunung Batur yang terletak di bawah tebing nampak mistis diselimuti kabut.

Banyak wisatawan dan pecinta alam mendaki Gunung Batur untuk menikmati keindahan sunrise. Dari Dari Desa Pinggan, keindahan yang sama spektakulernya dapat dinikmati tanpa harus berjalan kaki mendaki. Meskipun sempit, berkelok-kelok, dan naik turun tajam, jalan menuju Desa Pinggan dapat dilalui kendaraan baik sepeda motor maupun mobil.

Bukit Cinta Pinggan

Lahan kosong yang berfungsi sebagai camping ground Desa Pinggan ini selain berada di tepi tebing juga meninggi menyerupai bukit kecil. Banyak yang menyebut tempat ini sebagai Bukit Cinta Pinggan. Di tempat yang tertinggi dari bukit ini, persis di bibir tebing, ada dataran yang cukup luas. Biasanya mereka yang berkemah mendirikan tendanya disini. Di ujung dataran ini ada sebatang pohon. Tidak besar, tidak tinggi, tapi memang tetap saja menjadi sangat menarik perhatian karena di sekitarnya sama sekali tidak ada pohon lain. Banyak yang menyebutnya Pohon Cinta Pinggan.

Entah dari mana kedua nama itu, Bukit Cinta Pinggan dan Pohon Cinta Pinggan, muncul. Tapi memang suasana yang sepi, udara yang sejuk, panorama yang luar biasa indah, mungkin memang terasa romantis bagi mereka yang sedang dimabuk asmara. Pastinya kebanyakan yang datang kemping disini anak-anak muda yang sedang galau dimabuk cinta.

Menuju Desa Pinggan

Perjalanan menuju Desa Pinggan lumayan menantang. Tidak heran kalau yang pergi ke desa ini kebanyakan hanya pecinta alam yang memang menyukai perjalanan menantang melintasi alam. Apalagi di desa ini ada camping ground yang cukup populer.

Untuk mencapai Desa Pinggan, arahkan kendaraan menuju kawasan wisata Kintamani. Ada banyak rute yang bisa dipilih untuk mencapai kawasan wisata pegunungan berhawa sejuk ini. Rute Payangan, Rute Tegallalang, Rute Tampak Siring, atau Rute Bangli merupakan alternatif populer. Apapun rute yang dipilih, pastikan bisa mencapai kawasan Penelokan yang merupakan pusat pariwisata di kawasan ini.

Dari Penelokan lanjutkan perjalanan ke arah utara menuju Singaraja. Setelah melewati Ibu Kota Kecamatan Kintamani, akan ada persimpangan. Di persimpangan itu ada sebuah pura bernama Pura Penulisan. Belok kanan. Setelah melintasi Desa Sukawana yang terkenal sebagai desanya ras anjing Kintamani Bali yang terkenal itu, akan ada persimpangan lagi yang ditandai oleh Tugu Anjing Kintamani. Belok kanan lalu ikuti terus jalan sampai menemukan lapangan cukup luas di bibir tebing. Itulah Camping Ground Desa Pinggan.

Catatan

  • Bawa sendiri apapun yang anda perlukan, termasuk makanan dan minuman.
  • Kalau berniat untuk camping, semua peralatan juga harus disiapkan sendiri, termasuk tenda dan lampu.
  • Pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima. Jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan-tanjakan ekstrim melintas hutan.

Tempat Wisata Lain yang Berdekatan

Desa Pinggan berada di kawasan wisata terkenal Kintamani. Ada banyak daya tarik wisata di kawasan ini. Pemandian air panas Toya Devasya, Desa Tradisional Trunyan, Museum Geopark, anda bahkan bisa mendaki Guung Batur untuk melihat keindahan sunrise dari puncaknya.

Pura Puncak Penulisan

Pura Ulun Danu Batur

Penelokan

Toya Bungkah

Museum Geopark

Desa Trunyan

Mendaki Gunung Batur

Mountain Bike

Agrowisata Kopi

Tempat Wisata di Bali Lainnya

Restoran dan Fasilitas Wisata Lain yang Terdekat

Jangankan restoran, warung untuk sekedar membeli air mineralpun susah ditemukan. Warung nasi dan convenient store baru dapat di temukan di Kota Kecamatan Kintamani yang jaraknya beberapa kilometer melintas hutan. Restoran lebih jauh lagi, di seputaran Penelokan yang merupakan pusat pariwisata Kawasan Kintamani. Sebelum mulai memasuki kawasan hutan menuju Desa Pinggan, pastikan semua perbekalan yang diperlukan sudah dibawa.

Review Warung Apung Kintamani, Bali

Resto Apung

Review Waroeng Me Su Kintamani, Bali

Waroeng Me Su

Review Restoran The Amora Bali, Kintamani

The Amora

Review Warung Baling-Baling, Kintamani, Bali

Warung Baling-Baling

Restoran di Bali Lainnya